JEJAK-JEJAK KEHIDUPAN
Senin, 12 Maret 2012
DISPENSER BARU
Sabtu, 10 Maret 2012
SALAH TENSI
Saat itu aku memang sedang tidak enak badan,masalah klasik seorang mahasiswa yaitu diare :)) kemungkinan keracunan dari salah satu warteg yang ada di sekitar kampus,eh tp ga boleh suudzan jg ding karena setidaknya berkat adanya warteg-warteg itulah yang aku dapat melangksungkan hidupku(makan siang,malam).Oiya kembali ke topik ya :).Jadi saat aku diare aku secara niat lillahi ta'ala menuju klinik yang ada di kampus.Aku memlih klinik kampus karena disitulah tempatku berobat paling murah,hanya bermodalkan limaribu ribu rupiah bisa mendapatkan pelayanan dan obat2an yang dapat menyembuhkan penyakit yang diderita para civitas akademika.
Seperti biasa dokter menanyakan berbagai keluhanku apa saja yang dirasakan.Aku pun juga merespon dokter dengan baik,jujur dan apa adanya yang kurasakan saat itu.Setelah beberapa menit kemudian aku disuruh rebahan di tempat tidur pasien.Dokter juga sebenarnya sudah tau obat apa saja yang harus diberikan kepada penderita diare seperti diriku.Namun untuk memastikan kesehatan yang lain,mulailah beliau memasang stetoscopnya(jgn diprotes ya klo salah tulis) setelah itu tanganku pun juga diikat dengan alat tensi untuk memastikan kesehatan darahku.Nah di saat itulah sang dokter menyatakan"Aduh dik!!!kenapa tensi adik tinggi sekali????bapak ibuk punya hipertensi??"lalu aku pun menjawab dengan tegas"Tidak dok!!" kemudia dokter membalas"Coba dik mulai saat ini adik lakukan pola hidup sehat ya"aku menjawab"iya dok".Setelah beberapa saat kemudian aku menunggu obat diare dari apotik kampus juga.
Saat itu aku pulang kontrakan dengan perasaan stress yang sangat luar biasa.Di pikiranku yang ada hanya resiko anak muda yang memiliki hipertensi atau disebut juga darah tinggi.Disaat itu juga aku merasa shyok kalau umurku tidak lama lagi,karena kita tahu hipertensi bisa menyebabkan rusaknya organ-organ dalam secara berangsur-angsur.Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan,yang ada adalah tidur2 dan berdoa.Aku bingung apakah hal ini harus diketahui orangtuaku.Setelah 2 hari aku memutuskan pulang kampung bersamaan temen2 dari kuiahku juga ingin liburan ke kota SOLO.
Setelah sampai di SOLO pinggiran Boyolali tepatnya,aku memutuskan untuk mengecek kembali tensiku ke beberapa tempat pengobatan salah satunya perawat yang kini masih eksis di desaku ketika aku measih kecil dulu.Dari situlah aku mendapatkan ketenangan jiwa ternyata hasilnya adalah normal yaitu 120/80.Mereka mengatakan"mungkin saat itu adik lagi merasa ketakutan"karena tensi sangat dipengaruhi dengan perasaan takut juga.Aku mengucapkan rasa syukur tiada henti.
Sahabat kejadian itu mengajarkan kepada kita bagaimana menanggapi permasalahan hidup tidak perlu gegabah atau mungkin stress dulu.Kejadian itu mengajarkan kita agar bisa bersikap dewasa dalam menghadapi masalah.Selain itu jg mengajarkan kita agar berhati-hati dalam pola makan hidup sehat karena dalam pola hidup sehatlah kita berarti menghargai ciptaan Tuhan yang telah diberikan kepada kita.Ingat sahabat jaman sekarang penyakit tidak pandang umur.Sekian sahabat semoga ini dapat memberi pelajaran bagi kita semua,,amiiin.
Selasa, 21 Februari 2012
RUMAH MAS TORA
Mas Tora adalah sosok orang yang paling berhati mulia yang pernah aku kenal semenjak satu tahun di Kota Bandung.beliau lah yang memberikan kesempatan aku dan teman-teman untuk tinggal dirumahnya.Hal itu sangat membantu sekali bagi aku dan teman-temanku selain menghemat biaya kontrakan.Aku juga sangat bangga mempunyai seorang sahabat sebagai dosen.Dari Mas Tora lah aku dapat mengenal teman-temannya yang telah sukses di bidangnya.Dan secara tidak langsung mereka juga sahabatku.
Di rumah Mas Tora di GBA 2 blok F4 itulah aku,mas Tora dan teman-teman sering becanda tawa,curhat,bahkan belajar tentang materi kuliah.Semua berjalan seperti keluarga yang akur.Di rumah itulah aku yang membuatku merasa betah di kota Bandung.Bahkan di sela-sela kuliah pun aku merasa ingin segera balik ke rumah itu.Banyak hal yang dapat kulakukan di rumah itu.Kadang aku merasa orang paling beruntung daripada teman-temanku yang kos di dekat kampus.Saya juga mengenal sosok bapak yang ramah tamah,yang setiap harinya mengumandangkan suara adzan di dekat rumah.Beliau sangat ramah tamah sehingga membuatku akrab dengan dirinya.
Tapi mulai malam ini aku harus meninggalkan rumah yang telah menhantarkan usia ku ke 22 tahun itu.Bukan karena diusir yak :).Sebenarnya aku cukup terharu untuk meninggalkan rumah itu (lebay :) ),tapi situasi dan kondisi lah yang mengharuskan aku untuk pindah dari rumah itu.Aku tak tau lagi apa yang kuceritakan pengalaman di saat berada di rumah itu.Tapi keharuan ku tidak seberapa jika dibayar dengan kebahagianku.Karena aku sangat bahagia melihat mas Tora sudah resmi menikah dengan wanita idaman hidupnya.Karena aku sudah menganggap mas Tora seperti kakak kandungku sendiri.Aku hanya bisa memberikan ucapan selamat dan mendoakan yang terbaik bagi keduanya.
Aku hanya ingin berharap semoga pershabatan yang telah terbangun ini.Kelak akan menjadi kekeluargaan yang sangat lebih membahagiakan.Aku tidak akan pernah melupakan semua jasa-jasamu mas Tora.
Kamis, 16 Juni 2011
Rumah Hantu TWELSA
"jadi ga jay??jam berapa??siapa aja jadinya"
ya itulah sms yang bermunculan secara bertubi-tubi dari teman-temanku.Setelah shalat maghrib kuputuskan untuk berangkat menuju rumah salah satu temanku
Ternyata aku disana uda ditunggu beberapa temanku yang sudah duluan.Aku jadi merasa sungkan terhadap mereka karena merasa ditunggu.Tak lama berdiskusi pun kami berangkat untuk menjemput salah satu teman kami yang masih menunggu dirumahnya.Disana aku dan teman-teman memutuskan untuk menunaikan shalat isya,karena waktunya untuk menjalankannya.
Sebenarnya saat keberangkatan aku sedikit kecewa,karena masih banyak teman-teman yang tidak bisa ikut dikarenakan sibuk dengan tugas dan ujian.Tapi hal itu terlupakan saat melihat cuaca yang mendukung dan langit yang cerah.
Setelah tiba di rumah hantu kami bertemu para suster-suster yang berkeliaran di luar rumah.Sembari menunggu teman yang belum datang,kami melihat banyak pengunjung yang asik berfoto-foto ria.
Setelah semuanya komplit,kami sesegera memutuskan memasuki rumah hantu yang ada di BTC.Dalam hati saya juga sedikit ragu tentang keseraman yang ada didalamnya.Langkah per langkah kami lewati hingga akhirnya berada persis di depan pintu masuk rumah hantu.Saat itu kami bergerombolan 10 orang.Karena dalam aturan masuk hanya diperbolehkan 6 orang per kloter maka kami dibagi dua kloter.
Saatnya kelompokku memasuki rumah hantu.Awalnya aku berada di barisan paling depan,tapi karena saya kaget disambut dengan suster ngesot saya pindah ke barisan tengah.Salah seorang temanku menggantkan posisku.Dia seperti manusia yang tak bisa dikagetkan,dan aku pun terus mengikutinya.
Kemudian masuk ruangan kedua.Pada ruangan ini adalah kamar yang penghuninya adalah seorang kuntilanak yang duduk sendiri layaknya menangisi anaknya.Saya merasa sangat kaget karena dilempar dengan tong.
Setelah itu masuk sebuah lorong panjang yang sekitarnya terdapat beberapa lemari yang didalamnya terdapat beberapa setan.
Setelah itu masuklah kami dalam sebuah kamar yang terdapat 2 kuntilanak dan 1 pocongan yang ada dibalik pintu masuk yang mengagetkan kami berlima.aku sendiripun kaget hingga berlari di pintu keluar.
Ternyata yang aku kira salah,aku telah masuk sebuah kamar mayat yang isinya beberapa kasur yang menampung mayat- mayat yang tertutup dengan selimut putih.Ternyata disitu ada dua suster ngesot yang mencoba menarik celanaku,aku semakin kaget dan mencari jalan keluar bersama temanku berlima.
Setelah sampai di luar kami pun tertawa terbahak-bahak merasakan sensasi yang ada di rumah hantu itu.
Kami memutuskan untuk duduk di sudut kota dan sambil sharing-sharing apa yang dirasakan masing-masing.Kami bercerita hingga semua rasa keluar dari dalam hati.Setelah itu kami memutuskan untuk cari makan malam di angkringan terdekat.
Kami menikmati hidangan dengan mendengarkan cerita-cerita yang dialami pada waktu kuliah.Banyak pengalaman yang aneh dan menarik.Semua merasakan suasana yang menyenangkan.Aku sendiripun juga akan sangat merindukan moment-moment seperti ini,karena aku sendiri jauh dari mereka.Aku merasa mereka adalah saudaraku,mereka adalah keluargaku.
Rabu, 25 Mei 2011
Orang Kampung Maen ke Dufan

Hari rabu itu adalah hari yang paliing aku tunggu.Dimana hari acara jalan-jalan bersama teman-teman.Pagi itu aku dibangunkan untuk melaksanakan oleh sahabat dekatku yang sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri.Karena aku dan beberapa temanku hidup merantau untuk menimba ilmu di kota Bandung.Saat itu kami berangkat pada pukul sekitar 07.30 WIB.Kami berangkat dari kota Bandung menuju kota Jakarta yang menempuh perjalan sekitar 125KM dan memakan waktu sekitar 3 jam an.Dalam perjalanan kami menikmatinya dengan canda tawa dan berkaraoke di dalam bus.Ada yang sedang iseng,yang lagi bermesraan,berkaraoke.Sedangkan aku hanya ingin mendengarkan musik dari hape butut kesayanganku:) sambil melihat pemandangan sekitar di sepanjang tol Cipularang.Setelah beberapa 3 jam an kemudian sampailah aku dan teman-temanku di Ibukota Jakarta.Dan saat itulah semua penghuni bus yang sedang tidur pada bangun.Setelah sampai digerbang ancol kami ada sedikit masalah de
ngan kru kami untuk memasuki gerbang Ancol.Sebenarnya roombongan dari kami adalah rombongan wisata dengan SD Taruna Bakti,namun karena jarak dan waktu pemberangkatan berbeda akhirnya saatnya kami kurang dipercaya oleh petugas karena belum bisa membuktikkan kalo kami ini adalah rombongan yang sudah booking tiket.Tak hanya itu saja,setiap kami akan memasuki wahana yang ada di Ancol kami semua harus berurusan dengan petugas sehingga sedikit mengulur-ulur waktu untuk menikmati wahana.Setelah memasuki Dufan kami semua pun ikut senang terutama diriku.Kami segera mencicipi semua wahan yang ada di dalam dufan.Permainan yang saya coba adalah perahu indian,permainan ini cukup untuk melatih andrenalin saat akan mencoba permainan selanjutnya.Pada permainan kedua saya mencoba yang lebih exstrim yaitu halilintar saya merasa merinding merasakan wahana.Hingga saya mencoba beberapa semua wahana sampai waktunya adzan maghrib berkumandang.Setelah itu kami bergegas menuju kamar mandi karena wahan terakhir yang saya coba adalah arung jeram sehingga membuat kami menjadi basah kuyub.Setelah semua beres kami bergegas menuju rumah makan yang ada di pinggir pantai marina,ini adalah tempat paling romantis bagi orang yang sedang kasmaran namun saya sendiri tanpa kehadiran seorang kekasih.Tapi itu tidak membuatku sedih ataupun mengeluh kepada Tuhan.Karena jarang sekali bisa bermain dan canda tawa bersama teman yang sudah seperti keluarga ini.Karena juga hidupku jauh dari keluargaku:(.Setelah itu kami semua segera masuk bus kembali dengan membawa rasa capek yang luar biasa.Hampir semua teman-temanku tidur hingga tak terasa sampailah di Bandung lagi.Ya Tuhan saya sungguh bersyukur mempunyai teman seperti mereka,merekalah keluargaku saatku jauh dari keluargaku di kampung halaman sendiri.Aku sungguh merasa menjadi makhluk yang beruntung ya ALLAH.Terimakasih ya ALLAH dan terimakasih semua bagi teman-temanku.SEKIAN

Minggu, 22 Mei 2011
Road to BOGOR

Minggu 22 April 2011
Hari ini adalah hari yang sangat memberikan pengalaman bagiku.Saat adzan shubuh mulai dikumandangkan,aku dan teman-teman segera bangun untuk melaksanakan sholat seperti biasanya.Setelah shalat shubuh kami bersiap-siap untuk pergi ke kota hujan yaitu kota Bogor.Kami berangkat dari kosan pada pukul 6.30 pagi.Kami sangat menikmati perjalanan kami.Kami berlima berbondong-bondong menuju kota Bogor,ntah tujuan kami mau kemana yang penting berputar-putar ria di kota Hujan itu.Sebenarnya aku dan segerombolan teman-temanku tidak punya tujuan utama akan kemana.Karena baru pertama kali ke puncak Bogor,saya memutuskan untuk berhenti sejenak merasakan dinginnya udara di puncak dan sembari melaksanakan shalata dzuha.Dalam hati saya sebenarnya ingin merasakan mempunyai villa pribadi disana,namun apa daya saya hanyalah anak seorang pegawai negri yang gajinya tak seberapa.Namun dengan mengunjungi dan merakan dinginnya puncak saya sudah merasa bersyukur sekali.Karena masih penasaran di kota Bogor,akhirnya saya dan teman-teman melanjutkan kembali menuju ke kota Bogor kota yang selain dibilang kota hujan ini juga memiliki julukan kota angkot.Jadi aku dan teman-teman harus lebih sabar bila menghadapi kemacetan ditengah-tengah panasnya kota.Namun hal itu biasa saya dihadapi hidup di kota Bandung yang tak kalah jauh macetnya sehingga tak menjadi hambatan besar bagi saya dan teman-teman.Setelah sampai di kota Bogor saat itu lah kami merasa bingung ingin kemana.Setelah berunding-runding ditengah kemacetan kemudian diputuskanlah untuk pergi ke Kebun Raya Bogor.Karena saya juga merasa penasarana apa yang ada didalamnya.Kami menghabiskan waktu hamper 2 jam an dilanjut dengan berputar-putar lagi sembari menuju makan.Kami sebenarnya bingung ingin makan apa dan dimana,tapi setelah diputuskan akhirnya kami menuju ke BOTANICAL SQUARE dimana konon mall ini adalah milik dari kampus Institut Pertanian Bogor.Setelah merasa capek mengelilingi kota Bogor akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dan makan siang di Botanical Square.Setelah merasa segar kami akhirnya segera memutuskan untuk pulang kerumah dikarenakan juga akan mengancam perjalanan kami.Di saat perjalanan inilah hal yang paling seru,saat hujan mengguyur kota saya dan salah satu teman saya yang satu motor ternyata hanya saya yagn tidak membawa mantel.Maka saya saya putuskan untuk SDM(Selamatkan Diri Masing-masing):hammer: .Karena saya juga menghargai bagi mereka yang membawa mantel.Dalam hati kecil saya saya akan nekat untuk pulang walau bagaimanapun suasananya.Saya menerjang air hujab dari tetes per tetes yang sakit bila mengenai mata.Saat akan memasuki puncak ada tulisan “JALAN PUNCAK SATU ARAH”saya bingung setengah mati mau lewat mana,karena hanya puncaklah satu-satunya jalan yang harus deitempuh bila ingin menuju kota Bandung.Saya nekat untuk melawan arus searah dari kota Bogor menuju puncak.Kedinginan,terpleset,serta bau kampas rem yang terbakar saya rasakan.Tetapi saya tetap nekat untuk menerjang demi bias pulang ke kosan.Semua itu saya rasakan adalah,capek,pusing dan senang yang menjadi satu dalam persaan.ternyata persahabatan merupakan saudara kita disaat kita jauh dari orangtua.SEKIAN
Minggu, 15 Mei 2011
Tampil Perdana
Tampil Perdana
Sabtu,14 Mei 2011
Pada waktu itu aku ditugaskan untuk meliput suatu acara besar di kampus ku tercinta.Selayaknya kameramen ak diwajibkan untuk meliput suatu acara secara live.Sebenarnya dalam hati kecilku aku masih merasakan keraguan untuk mengambil tugas berat itu.Aku merasa kurang percaya diri untuk melaksanakannya,namun gimana lagi semua keputusan tergatung pada ketua direksi.Jadi mau tidak mau,yakin ga yakin aku harus melaksananakannya.Sewaktu acara dimulai ak merasa santai dan tenang.Sehingga aku merasa santai sambil menikmati pertujukkan layaknya tamu undangan ataupun penonton pada umunya.Selang beberapa jam kemudian tiba lah saatnya aku mendapat giliran untuk meliput dengan salah satu orang temanku.Semua instruksi sudah aku pahami dan aku juga sudah menyiapkan mentalku.Ternyata aku lancar saat menjalankan tugas.Setelah beberapa jam kemudian pada kamera ku ternyata battrei drop,dan ak tidak membawa serep untuk menggantinya.Aku pun binggung ditengah kematian kameraku yang kehabisan battrei,ak segera menghubungi partnerku yang membawa handytalky untuk menghubungi rekanku yang ada di stand untuk membawakan battrei.Disaat kameraku mati banyak orang yang menyalahkanku,termasuk orang-orang yang berada di sekitarku.Banyak orang yang mengatakan aku seorang kameramen yang ga bener.Tetapi aku menghiraukan itu,aku tetap berkonsentrasi pada penggantian battreiku.Setelah itu,masalah yang menimpaku tidak hanya sampai itu.Tripotku ternyata meleset,sehinngga kameraku mudah bergoyang.Aku tidak mungkin untuk memperbaikinya karena hal itu akan membuat kamera bergoyang sehingga akan banyak penonton semakin kecewa.Dengan seluruh tenagaku aku harus kuat mempertahankan kedudukan kamera agar tidak mudah goyah.Ternyata aku dapat melampui masalah itu dengan sedikit kecewa pada kinerjaku sendiri.Namun kritikan di dunia maya,aku masih mendapatkannya.Tapi semua itu harus kulewati,aku anggap ini adalah skenario yang harus aku lewati jika aku ingin menjadi yang proffesional ibarat aku seorang newbie yang ingin mencapai cita-cita.Dari peristiwa ini,aku menyadari bahwa perjuangan diperlukan banyak usaha dan doa.Semakin banyak cemohan dan kritikan semakin rajin ak berdoa kepada ALLAH karena doa yang terkabul adalah doa orang yang dizalimi
SEKIAN
